Sebagai orang percaya, sejak kita pecaya kita sudah ditetapkan sebagai saksi (Kisah Para Rasul 1:8). Oleh karena itu, sangat tidak wajar bila kita tidak memberitakan apa yang telah kita alami (1 Yohanes 1:3). Kesaksian kita itu sangat dibutuhkan orang karena menentukan nasib orang -- apakah mereka akan selamat atau binasa (Markus 16:15-16). Dari sisi pergerakan Injil secara keseluruhan di Kisah Para Rasul (berdasarkan 1:8 “dari Yerusalem, Yudea dan Samaria, sampai ke ujung bumi”), kisah pertobatan Kornelius (10:1-11:18) memegang peranan yang sangat penting. Peristiwa ini merupakan transisi yang sempurna bagi perluasan Injil ke diaspora (Kis. 11:19-20). Mengapa menelaah kitab ini? Selama masa meningkatnya penganiayaan terhadap orang Kristen, berkembangnya kemurtadan, dan perbantahan mengenai kodrat Yesus Kristus, Rasul Yohanes mencatat kesaksiannya tentang Juruselamat. 1 Full Life: TETAP SETIA KEPADA TUHAN. Nas : Kis 11:23 Para murid PB tidak beranggapan bahwa mereka yang menerima kasih karunia Allah dengan sendirinya akan tetap setia kepada Tuhan karena dosa, dunia, dan pencobaan Iblis dapat membelokkan seorang yang baru percaya dari jalan keselamatan di dalam Kristus. 1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama 6 a aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan b Yesus, 1:2 sampai pada hari Ia terangkat. c Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya d oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul e yang dipilih-Nya. f 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Teks -- Kisah Para Rasul 8:1 (TB) Tampilkan Strong. Konteks. Penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem. 8:1 Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (#8-#1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. .

khotbah kisah para rasul 1 1 11